Pengalaman bikin rekening tabungan bank tanpa NPWP (BNI)

Pengalaman bikin rekening tabungan bank tanpa NPWP di BNI yang terbaru dan bisa berhasil. Sebelumnya membuat rekening tabungan bank syaratnya sangat gampang. Cukup sediakan uang Rp500.000,00 dan kartu identitas berupa KTP saja sudah bisa. Bahkan di Bank Rakyat Indonesia yang terkenal cabangnya sampai pelosok desa bisa lebih kecil, seingat saya cukup sekitar Rp150.000,00 saja. Nantinya uang tersebut dimasukan ke saldo rekening sebagai setoran awal. Artinya uang tersebut dikembalikan pada kita yang bisa diambil kapan pun setelah kartu ATM aktif.

Itu dulu. Sekarang membuat rekening bank agak sedikit ribet. Selain KTP-nya harus yang elektronik, juga harus disertai NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak. Berdasarkan postingan saya yang berjudul Cara daftar rekening tabungan BNI terbaru sih banyak orang yang mengeluhkannya. Beberapa orang komentar bilang bahwa mereka ditolak untuk mengajukan pembuatan rekening baru karena tidak punya NPWP.

Karena kebetulan kemarin saya juga baru bikin rekening baru di BNI, kali ini akan berbagi pengalaman saya yang berhasil membuatnya tanpa syarat NPWP. Jujur sih sampai saat ini saya belum memilikinya.

Pengalaman bikin rekening tabungan bank tanpa NPWP di BNI

Sebelum berangkat menuju kantor cabang BNI terdekat dari rumah, tepatnya berada di Jl. A. Yani No. 14, Pemalang – Jawa Tengah, saya sempatkan dulu buka website bni resmi yang beralamatkan di www.bni.co.id. Di situ tertulis buka rekening baru untuk BNI Taplus (tipe tabungan untuk umum yang banyak dipakai orang) syaratnya kartu identitas, uang buat saldo awal, dan NPWP.

Saya sedikit kecewa membaca info tersebut. Bagaimanapun saya akui sampai saat ini belum punya NPWP. Seandainya saja di situ tertulis tanpa NPWP, saya berniat menjadikan info tersebut sebagai ‘senjata’ seandainya saat di hadapan petugas nanti dimintai syarat NPWP. Saya tinggal tunjukkan saja web itu kepada Petugas CS.

Namun ternyata website itu tidak mendukung niat saya. Carilah info-info lainnya. Saya ingat @BNI yang aktif di sosial media twitter dengan hashtag #AskBNI-nya. Seperti postingan kemarin yang berjudul BNI luncurkan fitur baru untuk memanjakan nasabahnya, kita bisa menanyakan apa saja yang berhubungan dengan BNI melalui Direct Message dengan format tertentu. Untuk menanyakan syarat buka rekening BNI Taplus, formatnya iyalah #AskBNI (spasi) #Taplus.

Setelah DM terkirim, langsung dapat balasan. Isinya bisa anda lihat gambar di bawah/samping ini.

Pengalaman bikin rekening tabungan bank tanpa NPWP

Iya, info yang di dapat dari akun BNI di twitter juga tidak mendukung untuk membuat rekening bank baru tanpa NPWP. Lebih baik mencari yang lain saja. Browsing lewat google, akhirnya ketemu sebuah blog yang penulisnya cerita buka tabungan BNI Syariah bisa tanpa NPWP. Sudah gitu, dia bilang tabungan BNI syariah bebas biaya administrasi bulanan.

Setelah saya cari tau lebih jauh tentang BNI Syariah, ternyata benar. BNI Syariah atau yang biasa di sebut iB Hasanah memang begitu. Akhirnya saya tertarik dan berniat ingin bikin rekeningnya yang tipe ini saja.

Setelah sampai di kantor cabang yang dituju, Pak Satpam langsung membukakan pintu, menyambut dengan ramah sambil mengucapkan Selamat Pagi dan Selamat Datang. Lalu saya segera ambil nomor antrean untuk layananan CS, bukan teller (sudah tau kan bedanya? Kalau belum, tanya pada satpamnya saja).

Sambil menunggu antrean saya mengajak ngobrol ke Satpam, tanya apakah di kantor cabang sini bisa melayani pembuatan rekening BNI Syariah atau tidak. Dari jawabannya yang panjang lebar, ternyata saat ini sudah tidak bisa. Khususnya di BNI, Tabungan Syariah dan Konvensional sudah dipisah divisinya. Jadi untuk membuat tabungan BNI Syariah harus di kantor cabang khusus yang memang melayani syariah.

Lalu saya tanya lagi di mana alamat cabang BNI Syariah terdekat. Dia menjawabnya dengan menyebutkan sebuah alamat yang ternyata lokasinya lumayan jauh. Lalu dia balik nanya apakah mau ke sana atau tetap di sini saja tapi nanti dapatnya tabungan yang tipe Taplus. Saya pikir-pikir sejenak lalu ambil keputusan tetap di sini saja.

Beberapa menit kemudian, nomor antrean saya dipanggil. Saya segera menuju ke meja salah satu CS yang melayani pembuatan rekening baru. Seperti biasa, mbak CS yang penampilannya menarik itu mulai menjelaskan panjang lebar. Mulai dari tipe-tipe yang tersedia, biaya administrasi bulanannya masing-masing, dan sebagainya, semua dikatakan dengan detail.

Setelah saya memilih tipe yang paling cocok, lalu CS memberikan saya formulir yang terdiri dari beberapa lembar sambil meminta saya menunjukkan KTP elektronik, NPWP, dan menanyakan berapa setoran awal yang saya sediakan.

Sambil menyebutkan nominal setoran awal, saya kasih tunjuk KTP ke dia lalu diambil untuk dicek. Saya teruskan saja mengisi formulir. Saat CS tanya, “NPWP-nya mana?”, untungnya saya sudah baca formulir di bagian kolom NPWP. Di situ terdapat pilihan “tidak ada NPWP”. Jadi saya bisa jawab dengan santai, “gak punya NPWP. Lagian ini juga ada pilihan untuk yang gak punya kok.”

Mbak CS diam. Saya lanjutkan saja mengisi formulir sampai selesai. Setelah terisi semua, saya serahkan padanya untuk dicek. Setelah tidak ada yang kurang, lalu saya disuruh menandatangani tiap lembar dari dari formulir itu. Saya lupa berapa jumlahnya. Mungkin kurang lebih 5-7 lembar bolak-balik.

Kemudian CS sibuk membuatkan buku tabungan atas nama saya dan mengaktifkan sebuah kartu ATM jenis silver. Usai beres bikin PIN baru dan lain sebagainya, saat itu juga saya minta diaktifkan fitur SMS banking, M-banking, dan Internet Bankingnya.

CS tidak keberatan dan mengatakan bisa. Tapi saya penasaran dan tanya, “apakah pengaktivan ketiga fitur tersebut dikenakan biaya tambahan administrasi tiap bulannya?”. Dia jawab tidak. Hanya saja saat pertama kalinya harus bayar Rp25.000,00 untuk beli alat yang bernama token. Selanjutnya, biaya administrasinya tetap sama seperti yang tidak menggunakan fitur tersebut, Rp13.000,00 / bulan untuk kartu ATM jenis silver.

Itulah keuntungannya. Makanya kalau pembaca ingin buat rekening BNI baru, langsung saja aktifkan semua fasilitasnya.

Baca juga:

Cara agar buka rekening tabungan bank baru di BNI tidak usah pakai syarat NPWP

Untuk sekarang ini syarat NPWP saat membuat rekening bank seperti wajib hukumnya. Mulai dari website resmi BNI, @BNI di twitter, sampai pengalaman teman-teman bilang kalau tidak ada NPWP ya kemungkinan besar ditolak untuk pengajuan rekening baru.

Namun berdasarkan pengalaman saya di atas ternyata bisa juga kok tanpa NPWP. Saya tidak tau apa penyebabnya secara pasti. Mungkin jika seandainya anda coba bikin rekeningnya di kantor cabang yang lokasinya di desa, bukan di kota besar, anda bisa beruntung seperti saya hehe. Silakan dicoba. Saya bikin tulisan ini karena banyak komentar-komentar di artikel sebelumnya yang bilang bikin rekening bank itu susah.

Selanjutnya baca: Masalah atau kendala yang sering muncul saat bikin rekening tabungan bank baru dan solusinya

5 thoughts on “Pengalaman bikin rekening tabungan bank tanpa NPWP (BNI)”

  1. Saya kemarin jg barusan buka rekening baru BNI di Depok. Karena saya warga Solo dan KTP saya msh KTP Solo, maka saya harus membuat surat Domisili di Depok, atau SKTT (Surat Keterangan Tempat Tinggal) dan akhirnya saya bisa buka rekening di BNI. Tentunya menyerahkan jg KTP dan SIM. Namun saat ditanya NPWP saya jwb tdk ada, namun tetap diproses rekening saya dan Alhamdulillah jadi plus dpt kartu ATM dan BBI SMS Banking. Namun saya tetap diminta membuat NPWP walaupun statusnya menyusul. Tapi nyampai sekarang saya blm jg bikin NPWP dan tidak ada masalah… Hehehehe. Artinya syarat NPWP itu bkn syarat Mutlak dan ini “peraturan karet”, artinya fleksibel dan tdk wajib sebenarnya..

  2. Mas orang pemalang juga toh … Kalau le BCA bisa gak tanpa NPWP? Udah punya BNI pengen buka rekening baru di BCA khusus transaksi online aja nih. Cuma di Jakarta tempat aku netep harus pake nomer pajak.

  3. Tadi siang nyoba buka rekening taplus muda di daerah bekasi ,pas baru masuk ngambil nomor antrian kata satpamnya “mau kebagian apa mbak ? Ada npwp ? Kalo gak ada percuma aja gak bakal bisa di proses mbak” ya jadinya pupang lagi deh -_-

Leave a Comment