Kelebihan dan kekurangan menabung di celengan daripada di bank
Kelebihan dan kekurangan menabung di celengan daripada di bank via google

Kelebihan dan kerugian menabung di celengan dibanding di bank

Posted on

Meski ada biaya administrasi bulanan, mayoritas orang kini lebih memilih menyimpan uangnya di bank. Hal ini wajar saja kerena bank juga memberikan fasilitas transaksi bermacam-macam dan berguna.

Namun, itu bukan berarti menabung dicelengan sudah ditinggalkan semua orang. Biar bagaimanapun, jika dibandingkan, baik menabung di bank maupun di celengan memiliki kelebihan dan kerugian masing-masing.

Orang yang memanfaatkan celengan tidak bisa dipungkiri masih ada. Mereka bukan hanya anak-anak, orang dewasa pun tidak jarang. Begitu juga dengan uang yang ditabung: tidak hanya uang logam receh saja, melainkan juga uang kertas nominal besar.

Selain ada yang menabung di bank dan di celengan, sebagian lagi ada yang di keduanya. Alasannya bermacam-macam. Salah satunya, menabung dicelengan untuk untuk mengumpulkan receh. Setelah banyak baru dipindahkan ke bank.

Bagi yang pernah menyimpan uang di keduanya pasti sudah merasakan perbedaan, kelebihan, keuntungan, kekurangan dan kerugian menabung baik di bank maupun di celengan. Lalu bagaimana bagi yang belum? Bila penasaran ingin tau, berikut uangindonesia.com rangkumkan rinciannya.

Kelebihan dan kekurangan menabung uang di celengan daripada di bank

Rangkuman ini lebih banyak membahas kelebihan dan kekurangan menyimpan uang di celengan. Untuk keuntungan dan kerugian menabung di bank akan di bahas besok saja. Mengapa? Karena jika digabungkan, tulisan ini jadi sangat panjang.

Kelebihan:

1. Tidak ada potongan untuk biaya administrasi

Enaknya menabung di celengan adalah tidak adanya potongan biaya administrasi. Beberapa produk tabungan bank memang ada juga yang gratis, tetapi itu jumlahnya sangat jarang. Mayoritas rekening bank akan memotong Rp10.000,00–Rp20.000,00 per bulan secara otomatis langsung dari saldo nasabah.

Bagaimana jika saldo sedang kosong? Pada syarat dan ketentuan salah satu rekening bank yang pernah saya baca, jika saldo nasabah tidak cukup untuk biaya administrasi dalam jangka tiga bulan berturut-turut, maka rekening akan ditutup (hangus) secara sepihak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Berbeda dengan menabung di celengan. Kita hanya perlu beli celengan sekali pada saat pertama kali. Harganya juga relatif murah. Bahkan kalau mau lebih hemat bisa bikin celengan sendiri dari barang bekas di rumah. Contohnya kaleng, toples, ataupun botol minuman yang sudah tidak terpakai lagi.

Baca juga: Cara membuat celengan bentuk hewan dengan botol bekas

2. Waktu menabung yang fleksibel

Keuntungan menabung di celengan berikutnya adalah bisa dilakukan kapan saja. Maksudnya, kita bisa memasukkan uang ke dalamnya baik pagi, sore, subuh, atau petang. Bahkan baru bangun tidur dan belum mandi pun tidak masalah.

Sedangkan pada bank hanya bisa setor tunai pada saat buka saja. Tepatnya pada jam kerja, sekira pukul 07.30–16.00. Di luar jam itu tutup. Begitu juga hari Minggu dan hari besar. Sudah waktu dibatasi seperti ini, tidak jarang juga di sana masih harus antre panjang karena ramai.

Dengan perkembangan teknologi, saat ini memang banyak bank sudah menyediakan mesin setor tunai. Bagi yang belum tau, bentuk mesin ini mirip ATM. Fungsinya untuk setor tunai tanpa harus menghadap teller. Dapat digunakan 24 jam nonstop. Sayangnya, jumlah mesin ini masih terbatas atau belum sebanyak sebanyak ATM.

3. Tidak ada batasan minimal

Aturan menabung di bank pasti lebih ketat bila dibanding menabung di celengan yang bisa dibilang bebas. Contohnya saja soal jumlah uang yang akan ditabung. Pada bank, setoran awal saat buka rekening umumnya Rp250.000,00–Rp500.000,00. Sedangkan setoran berikutnya minimal Rp50.000,00.

Bagaimana dengan menabung dicelengan? Di sinilah salah satu keuntungan menabung dicelengan yang tidak dimiliki saat menabung di bank. Kepingan uang nominal berapapun tidak ada yang melarang untuk dimasukkan ke situ.

4. Tidak mudah tergoda untuk belanja di luar

Tabungan dicelengan sudah pasti hanya ditinggal dalam rumah saja. Meskipun berat jika di bawa-bawa, tetapi itu justru keuntungannya. Bayangkan saja kalau mudah, sudah pasti ke mall lihat barang diskon langsung tergoda untuk memecahkan celengan di tempat itu juga. Walaupun barang tersebut sebenarnya tidak begitu dibutuhkan.

Berbeda dengan tabungan bank yang disertai kartu ATM. Orang pergi ke mana saja pasti bawa kartu itu. Jika berada dalam kondisi seperti di atas, pasti harus sekuat tenaga menahan diri untuk tidak tarik tunai guna membeli barang diskon tersebut.

Baca juga: Inilah empat tipe orang dalam menggunakan uang

Kekurangan:

Selain kelebihan seperti uraian di atas, menabung di celengan ada kekurangannya juga. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

1. Tingkat keamanan rendah

Menabung di celengan bisa dibilang aman dan tidak aman. Kondisi ini tergantung keadaan rumah Anda. Apakah ada anggota keluarga yang suka mengambil uang milik anggota keluarga lain atau tidak. Jika iya, berarti bisa dibilang kurang atau bahkan sangat tidak aman.

Kemudian, keamanan tabungan uang di celengan juga dipengaruhi di mana Anda menyimpan celengannya. Meskipun tidak ada lubang lain kecuali tempat untuk memasukkan uang, jangan salah uang di dalamnya tetap bisa diambil dengan bantuan gunting atau lidi melalui lubang kecil itu tanpa harus merusak badan celengan itu sendiri.

2. Mudah tergoda untuk membongongkar dan mengambil isi celengan

Kekurangan menabung pada celengan selanjutnya adalah sering munculnya godaan untuk membongkar dan mengambil isinya meskipun belum penuh. Alasan godaan ini muncul bermacam-macam. Seperti penasaran jumlah di dalamnya, setiap hari di lihat mata, berada dalam kamar sendiri, dll

Alasan ingin membongkar celengan bermacam-macam. Di antaranya karena penasaran ingin tau jumlah isinya. Atau bisa juga ada kebutuhan lain yang padahal tidak harus membongkar celengan pun bisa diusahakan. Namun, begitulah biasanya orang-orang yang menabung di celengan daripada di bank.

3. Uang kertas terancam rusak, uang logam terancam habis masa berlakunya

Menyimpan uang di celengan sangat berbeda dengan di Qbank. Di bank, meski uang yang Anda setor lusuh atau setengah rusak, saat diambil lagi entah melalui ATM atau teller dapat dipastikan dapatnya uang layak pakai. Bahkan kalau ada, dapat ditukarkan dengan uang keluaran terbaru yang masih sangat mulus.

Berbeda dengan menyimpan uang di celengan. Apa yang Anda masukkan, itulah isinya. Di tambah, sifat barang pada umumnya: dalam jangka panjang, uang kertas bisa tambah lusuh atau jadi lecet gara-gara dipaksakan saat dimasukkan.

Bagaimana dengan uang logam? Memang lebih tahan lama bila dibandingkan uang kertas. Namun, jika celengan tidak dibongkar dalam kurun waktu panjang, bisa-bisa uang-uang koin tersebut sudah habis masa berlakunya. Perlu diketahui, uang juga ada masa kadaluarsanya. Umumnya antara 5–10 tahun ke depan.

Baca juga: Menyimpan uang dalam celengan kayu, hati-hati uang dimakan rayap

4. Bobot dan dimensi fisiknya yang makan ruang

Seperti yang sudah dikatakan di atas. Menabung di celengan, uangnya tetap dalam bentuk cas. Makin lama celengannya semakin berat. Ini merupakan salah satu kekurangan berikutnya. Dengan kondisi seperti itu, tabungan celengan hanya bisa ditinggal dalam rumah. Di simpan dalam lemari juga kadang makan tempat.

Sedangkan saat menabung di bank, uang akan berubah menjadi bentuk saldo. Di tangan kita hanya memegang kartu ATM dan buku tabungan yang ukurannya kecil. Buku tabungan gampang di simpan di mana saja, sedangkan kartu ATM tinggal simpan saja di dalam dompet. Mudah banget bukan?

Itulah kelebihan dan kekurangan menabung di celengan daripada di bank. Untuk keuntungan dan kerugian menabung di bank akan dibahas pada artikel berikutnya saja. Untuk sekarang, baca-baca dulu artikel yang sudah ada di bawah ini.

Gravatar Image
Konten dilindungi DMCA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *