Menabung memang tidak harus di bank. Di celengan pun bisa kita dilakukan. Bahkan, menyimpan uang di celengan ada kelebihan sendiri. Seperti tidak perlu repot-repot kelur rumah untuk datang ke bank, gampang diambil, tidak malu kalau menabung hanya sedikit, dan lain sebagainya.

Meski begitu, menabung pada celengan ada juga kekurangannya. Apalagi celengan yang terbuat dari bahan tidak aman. Sepeti kayu misalnya. Bisa-bisa bukannya untung tetapi justru uang yang dikumpulkan sedikit demi sedikit itu rusak bahkan hancur dimakan rayap.

Hal itu pernah dialami seorang warganet asal Ngawi. Semula ia menabung seperti biasa pada celengan yang terbuat dari kayu. Setelah sekian lama dan terasa isi sudah banyak, akhirnya ia membongkar celengan kayu miliknya. Tak disangka ternyata isi atau uangnya sudah rusak dimakan rayap semua.

Baca juga: Sejarah asal-usul celengan

Bagaimana bisa kayu dibuat celengan?

Syarat benda untuk bisa dimanfaatkan sebagai celengan sebenarnya mudah. Asalkan tertutup, terdapat ruang di dalam, dan memiliki lubang untuk memasukkan uang saja sudah cukup dijadikan benda yang dalam bahasa Inggris disebut piggy bank itu. Jadi, celengan tidak harus beli, bikin sendiri dengan bahan yang ada di rumah juga bisa.

Bahan-bahan tersebut umumnya kaleng atau bisa juga toples plastik. Bagaimana dengan bahan kayu? Yang paling gampang adalah bambu. Selonjor batang bambu pasti ada ruas. Potonglah batas ruas di atas dan bawahnya. Setelah itu tinggal bikin lubang untuk memasukkan uang.

Silakan baca: Cara membuat celengan sendiri dari bahan bambu dan kaleng bekas

Akan tetapi, sebagus apapun kualitas kayu bambu, bahkan dicat dan disimpan di manapun, tetap saja kemungkinan isinya dimakan rayap akan ada. Maka dari itu hati-hatilah menggunakan celengan bambu. Namun tak perlu khawatir berlebihan, di sini uangindonesi.com punya beberapa trik bagaimana menabung di celengan bambu agar tetap aman.

Cara menabung di celengan kayu bambu agar uang tidak dimakan rayap

Bagi sebagian orang, celengan bambu memiliki kelebihan sendiri dibanding dengan celengan menggunakan bahan lain seperti kaleng ataupun plastik. Bahkan, menurutnya, bisa lebih bagus daripada celengan yang dibeli di toko-toko. Alasannya mungkin karena bentuknya yang terlihat sangat unik. Selain itu, harga juga lebih murah. Bukankah tujuan menabung untuk menghemat uang?!

Sehingga mereka sangat suka untuk menabung di celengan kayu, atau tepatnya yang terbuat dari jenis bahan bambu. Namun karena menabung dicelengan kayu terdapat resiko uang dimakan rayap, beginilah beberapa cara yang bisa diterapkan untuk mengantisipasinya.

Pertama, bikinlah dengan menggunakan bambu berkualitas. Bagiamana memilihnya? Yaitu bukan yang sudah lapuk. Usia pohonnya tua, keras, dan sudah dikeringkan terlebih dahulu. Kedua, simpanlah celengan bambu di tempat kering, bersih, dan terjangkau. Ketiga, sebisa mungkin jangan menyimpan uang dalam celengan bambu dalam waktu lama/panjang. Terakhir dan yang paling penting, usahakan jangan uang kertas, melainkan cukup uang receh yang berupa koin atau logam saja yang dimasukkan ke dalam situ.

Uang hasil menabung di celengan bambu terlanjur dimakan rayap, bagaimana solusinya?

Jika Anda terlanjur sudah menyimpan uang kertas di dalam celengan bambu dan setelah dibongkar ternyata rusak bolong-bolong dimakan rayap, mungkin tulisan ini bisa bermanfaat buat Anda. Dari pengalaman warganet asal Ngawi yang saya sampaikan di atas pun bisa kita ambil pelajaran. Misalnya sebagai berikut.

Uang yang dimakan rayap ia upload ke media sosial. Di internet seperti itu sudah pasti banyak orang berkomentar. Ada yang iba, tetapi ada juga yang justru mengolok-olok. Hal itu biasa. Kalau Anda mau unggah juga, silakan. Namun, pastikan dulu bahwa Anda sudah siap dengan komentar-komentar miring atau negatif.

Beberapa contoh komentar negatif misalnya, “Masa zaman sekarang menyimpan uang di celengan, celengan kayu bambu lagi? Di bank dong lebih aman.”, “Gogl*k, harusnya pakai celengan plastik atau kaleng, bukan kayu.” Namun, biar begitu, biasanya beberapa ada komentar yang menyampaikan turut simpati bahkan memberikan jalan keluar yang sudah terlanjur itu.

Membelanjakan uang rusak atau bolong-bolong dimakan rayap di toko atau warung kemungkinan besar tidak laku. Begitu juga kalau buat mengembalikan utang ke orang, biasanya tidak diterima. Menghadapi masalah demikian jangan keburu kesal dan langsung membuang uangnya begitu saja. Meski mereka menolak, tetapi uang tersebut tetap masih bisa ditukarkan dengan uang baru atau layak pakai lainnya di bank.

Akan tetapi, menukar uang rusak dimakan rayap di bank bukan berarti tanpa syarat. Agar bisa diganti dengan uang lain, salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah uang harus masih bisa dikenali keasliannya. Lebih lanjut tentang hal ini, silakan baca: Syarat menukarkan uang rusak di bank.

Author

Orang kaya memiliki TV kecil dan perpustakaan besar. Sedangkan orang miskin memiliki perpustakaan kecil dan TV besar. (Zig Ziglar)

Write A Comment