Pernahkah terpikirkan oleh Anda bagaimana orang-orang zaman dulu melakukan transaksi jual beli sebelum uang belum diciptakan seperti sekarang ini? Benar, dengan barter. Namun, seiring perkembangan kebutuhan manusia, sistem tukar-menukar barang secara langsung itu menemui kendala. Untuk mengatasinya, digunakanlah sistem uang barang.

Sistem uang barang digunakan setelah era barter dan sebelum sistem uang. Fungsi sebenarnya sama saja seperti uang zaman sekarang. Hanya saja bentuknya bukan barang yang dibuat khusus. Misalnya kerang, garam, senjata, dsbg. Intinya, syarat uang barang harus diminati atau dibutuhkan warga setempat. Serta tentu juga diterima masyarakat secara umum.

Baca juga: pengertian dan sejarah uang

Barang-barang yang pernah digunakan sebagai pengganti uang

Perkembangan berikutnya sistem uang diciptakan. Sistem ini memang mengatasi masalah pada sistem barter dan sistem uang barang. Namun, tetap saja ada daerah tertentu yang pernah kembali ke sistem uang barang lagi. Dengan kata lain, mereka menggunakan barang-barang tertentu sebagai pengganti uang.

Alasan mereka melakukan hal itu bermacam-macam. Di antaranya karena terjadi kelesuan ekonomi, terdapatnya barang dengan harga tinggi sehingga banyak orang meminati, munculnya barang lain lebih terkenal dari uang itu sendiri, dll. Nah, benda-benda yang dimaksud itu adalah sebagai berikut.

1. Batu rai

Batu rai dari pulau yap berfungsi sebagai uang
Uang batu rai via blogspot

Ini terjadi di Pulau Yap, Micronesia. Penduduk di sana pernah menjadikan batu jenis tertentu yang dipahat sedemikian rupa untuk dijadikan alat transaksi jual beli menggantikan uang. Untuk sekarang sih batu-batu ini sudah tidak berlaku lagi. Namun, lokasinya menjadi tempat wisata yang menarik bagi banyak orang.

Batu-batu itu memiliki ukuran beda-beda. Ada besar, sedang, dan kecil. Akan tetapi, penentuan nilai/harga bukan berdasarkan ukuran saja, melainkan dilihat dari jenis bahan, keunikan, dan sejarah pembuatannya juga. Perlu diketahui, proses pembuatannya tidak gampang. Beberapa kali bahkan menelan korban. Semakin banyak korban semakin mahal harganya.

2. Batu bata teh

Teh Cina bentuk batu bata sebagai alat pembayaran
Teh Cina via wikimedia

Peristiwa barang ini sempat digunakan sebagai pengganti uang terjadi di wilayah Tiongkok dan Mongolia. Tepatnya digunakan sampai awal perang dunia kedua. Saat itu, penggunaan batu bata teh sebagai alat transaksi lebih banyak digunakan orang daripada penggunaan uang koin. Mengapa bisa begitu? Apa alasannya?

Ternyata karena saat itu, di sana, harga teh sangat mahal akibat mengalami pelonjakan yang sangat signifikan. Selain itu, barang ini dapat dijadikan obat. Mengapa bentuknya bisa kotak-kotak? Itu adalah tanah dari penanaman teh yang dibuat menggunakan cetakan.

Baca juga: Mengenal mata uang negara Mongolia

3. Uang Canadian tire

Canadian tire
Uang Canadian tire via dailyhive

Uang Canadian tire sebenarnya hanyalah sebuah kupon. Kupon keluaran salah satu perusahaan Kanada yang terjadi pada tahun 1992 ini didapat dari sebuah ritelnya yang menjual barang elektronik, aksesoris, dan otomotif. Siapa saja yang belanja di sana akan memperolehnya.

Seiring berjalannya waktu, metode ini ternyata menjadi sangat terkenal. Sangken terkenalnya, perusahan-perusahan Kanada yang lain juga menerima kupon tersebut sebagai salah satu alat pembayaran di samping uang seperti biasanya.

4. Keju Parmigiano-Reggiano

Keju Italia Parmigiano-Reggiano dapat digunakan sebagai alat transaksi
Keju Italia Parmigiano-Reggiano via liputan6

Ini terjadi di Italia. Parmigiano reggiano adalah jenis keju yang sempat dijadikan barang pengganti uang khusus wilayah sana. Keju ini bukan sembarang keju karena proses fermentasinya membutuhkan dua tahun. Hanya keju jenis ini sajalah yang dapat dijadikan uang di sana, bukan jenis keju yang lain.

Hal itu bermula saat negara ini mengalami kelesuan ekonomi. Dengan alasan itu, bank menerima keju dari nasabah sebagai pembayaran. Selama berlangsungnya peristiwa itu, dikabarkan sebuah bank sampai mengumpulkan keju sebanyak 17 ribu ton. Jika diuangkan totalnya mencapai US$187,5 juta.

5. Tutup botol

tutup botol Kamerun dijadikan pembayaran
Tutup botol via blogspot

Di salah satu daerah Benua Afrika, tepatnya Negara Kamerun, tutup botol dapat digunakan untuk membeli barang selayaknya uang. Akan tetapi, hanya barang berharga murah saja yang bisa. Untuk barang mahal harus disertakan uang biasa.

Hal itu dapat berlangsung bermula saat sebuah perusahaan b*r menjual produknya dengan menyertakan hadiah yang ditulisi pada tutup botolnya. Jenis hadiahnya bermacam-macam dan sangat menarik. Selang beberapa waktu, banyak perusahan lain yang mengikuti hal serupa. Hal itulah yang menjadikan tutup botol di sana berharga.

6. Sayuran

Bayar listrik pakai sayuran
Hasil pertanian via Tribunnews

Jangan kaget bila hal serupa terjadi juga di Indonesia. Di salah satu daerah, tepatnya Desa Sumber Duren, Probolinggo, sayuran dan hasil peternakan dapat dijadikan alat bayar listrik.

Daerah yang dihuni kurang lebih 600 kepala keluarga itu mendapat aliran listrik dari PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Sebagai bantuan agar tidak memberatkan warga, PT itu menerima pembayaran dengan menggunakan hasil pertanian.

Selanjutnya baca: Sejarah asal-usul nama rupiah dari berbagai versi.

Author

Orang kaya memiliki TV kecil dan perpustakaan besar. Sedangkan orang miskin memiliki perpustakaan kecil dan TV besar. (Zig Ziglar)

Write A Comment