Hampir setiap orang pasti senang memegang uang. Apalagi dalam jumlah banyak dan sudah menjadi hak milik sendiri. Mereka sudah tidak memikirkan lagi sebelumnya uang telah berpindah melewati tangan siapa saja. Padahal, bisa jadi perpindahan itu menyebarkan kuman penyakit dari sumber pertamanya.

Perputarannya yang terus-menerus membuat kita tak dapat memastikan uang hanya dipegang orang bersih. Biar bagaimanapun, orang berpenyakitan juga punya hak, bahkan wajib memegang uang banyak untuk bayar obat. Kemudian orang jorok pun tak ada larangan untuk langsung memegang uang meskipun habis bersentuhan dengan sampah atau kotoran.

Baca juga: Barang-barang unik yang pernah dijadikan pengganti uang.

Bukti penelitian menyatakan uang sumber penyebaran penyakit

Uang dikatakan sebagai salah satu media penyebaran penyakit memang benar adanya. Bukan sekadar mengada-ada ataupun menakut-nakuti. Berikut adalah beberapa penelitian yang menyatakan uang cash termasuk barang kotor yang penuh kuman atau bakteri penyakit.

  1. Sebuah penelitian di Regional Sophisticated Instrumentation Center (RSIC), India, menemukan kuman yang dapat menyebabkan TBC, meningitis, radang amandel, tukak lambung, infeksi tenggorokan, infeksi saluran genital, dll.
  2. The Centers for Disease Control (CDC), Amerika Serikat, memperkirakan bahwa 36.000 orang Amerika meninggal setiap tahun diakibatkan flu. Sepuluh persen dari mereka menerima bakteri flu dari uang kertas.
  3. Sebuah studi penelitian tentang USA riwayat mata uang oleh Forensic Science International melaporkan bahwa 92% dari catatan memiliki jejak kokain yang merupakan sumber untuk hepatitis C.
  4. Hasil penelitian dari jurnal internasional klinik gigi pada catatan mata uang: Peneliti mengumpulkan lima denominasi uang rupee. Denominasi tersebut adalah Rs.5, Rs.10, Rs.20, Rs.50, dan Rs.100. Uang-uang ini didapat dari pasar sayur, perumahan, toko-toko, pengemis, bank, pom bensin, pembuat sepatu, dll.
  5. Hasil studi menemukan bahwa 100% dari uang itu terkontaminasi dengan berbagai mikroorganisme bahaya bagi kesehatan. Seperti escherichia coli, staphylococcus aureus, salmonella enteritidis, proteus, dll.

Bakteri-bakteri yang dapat ditemukan pada uang kertas

  • Escherichia coli: menyebabkan diare, kram perut, mual, muntah, anemia, infeksi urin, dan gagal ginjal.
  • Salmonella enteritidis: menyebabkan salmonella dengan gejala diare, kram perut, demam, muntah, dll.
  • Streptococcus: menyebabkan infeksi ringan seperti pada tenggorokan dan kulit.
  • Staphylococcus aureus: menyebabkan infeksi kulit ringan, jerawat, bisul, abses, dll.

Bakteri tersebut bila masuk ke dalam tubuh dapat menyebabkan penyakit lebih serius. Di antaranya:

  1. Meningitis, pada otak
  2. Osteomyelitis, pada sum-sum tulang
  3. Pneumonia, pada paru-paru
  4. Septic arthritis, pada sendi
  5. Endokarditis, pada katup jantung, dan
  6. Sindrom syok toksik (TSS).

Baca juga: Cara menghitung uang cepat ala teller bank.

Bagaimana bisa uang dapat menyebarkan bakteri-bakteri penyakit seperti di atas?

Uang dapat menjadi media penyebaran kuman sumber penyakit karena biasanya perlakuan terhadap uang sebagai berikut:

Pengguna memang sedang sakit. Meski sedang sakit, seseorang tetap saja kontak langsung dengan uang. Bahkan umumnya malah justru butuh dalam jumlah banyak, bukan? Saat sedang bersin, batuk, flu, pilek, dan sebagainya-lah bakteri-bakteri itu bisa berpindah ke uang.

Penggunaan jorok. Tidak semua orang menggunakan uang dengan tangan bersih. Sebagian pasti ada yang jorok. Contohnya: langsung pegang uang, tanpa cuci tangan dahulu padahal sehabis bersentuhan dengan sampah ataupun kotoran. Nah kuman dari kotoran itu bisa menempel dan menyebar melalui media uang kertas.

Menghitung uang dengan sedikit ludah. Beberapa orang menghitung uang dalam jumlah banyak dengan cara jari dibasahi dengan dijilat lidah terlebih dahulu. Yang namanya mulut pasti ada saja bakterinya. Saat penjilatan itulah kuman-kuman berpindah dari ludah ke uang kertas.

Tangan terluka. Luka tidak memilih tempat. Baik jari maupun telapak tangan bisa saja mengalami. Luka pada tempat lain, entah kaki ataupun bagian tubuh lain, tangan biasanya ikut berperan mengobati atau sekadar menyentuh saja. Nah, tangan yang sama biasanya suka langsung memegang uang.

Proses penyimpanan. Mayoritas orang menyimpan uang di dompet. Setiap saat, tubuh yang awalnya hangat dapat berkeringat. Saat itulah dompet dalam saku akan ikut lembab. Kalau sudah begini, dalam dompet tersebut pasti menjadi tempat subur untuk tumbuh kembang kuman penyakit.

Cara mencegah penyebaran penyakit melalui uang cash

Kita tidak perlu khawatir berlebihan meski di atas terkesan menyeramkan. Apalagi setiap hari kehidupan kita seperti tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan uang. Jadi, jalan satu-satunya adalah langkah pencegahan agar tidak jadi korban penyebaran penyakit melalui benda yang berfungsi sebagai alat tukar itu.

Dari sekian banyak cara, beberapa di bawah ini adalah di antaranya.

  • Pastikan sering cuci tangan, khususnya sehabis pengang uang, terlebih lagi jika hendak makan. Dengan melakukan hal ini, kita sudah mencegah terjadinya penyebaran kuman bakteri penyakit melalui media uang.
  • Jika malas cuci tangan sering, Anda bisa gunakan masker, sarung tangan, dan pembersih antiseptik yang disemprotkan ke telapak tangan.
  • Saat sedang sakit, entah bersin, flu, batuk, pilek, dan lainnya usahakan untuk tetap menjaga kebersihan uang. Mengapa? Kasihan orang lain yang hendak menerima uang tersebut.
  • Kurangi penggunaan uang fisik. Ini yang selama ini dianjurkan pemerintah juga. Sebisa mungkin gunakan uang digital/uang elektronik. Selain memperkecil kemungkinan peredaran uang palsu, penggunaan uang elektronik juga salah satu cara untuk menghentikan penyebaran kuman penyakit melalui media uang cash.

Baca juga: Cara membersihkan kartu ATM kotor.

Author

Orang kaya memiliki TV kecil dan perpustakaan besar. Sedangkan orang miskin memiliki perpustakaan kecil dan TV besar. (Zig Ziglar)

Write A Comment